Cara Melatih Tim Sepak Bola

Jika satu saja fullback kurang disiplin untuk balik turun ke posisinya, terutama jika pertandingan memasuki menit akhir, lubang dalam fase transisi negatif tidak sanggup lagi dihindari. Secara paham ataupun tidak, akhir-akhir di sini. kita akan lebih hampir sering mendapati sebuah tim tengah dalam problem untuk menyeimbangkan antara fase menyerang melalui fase bertahan. Yang jua perlu diperhatikan adalah posisi dua pemain di sisi luar yang berada pada halfspace (area antara flank dan tengah). Dua player ini adalah kunci buat mendapatkan area sirkulasi online yang lebih luas. Melalui kita mempunyai dua pemain yang berada di half space, sekarang kita memiliki akses umpan kepada ataupun dari fullback dengan jarak yang tidak terlalu dalam, sehingga kita bisa memastikan akurasinya akan cukup prima.

Di dalam prinsip bertahan, pemain akan sungguh-sungguh agresif melakukan pressing turun jika posisi bola ekonomis, karena dia tahu tersebut akan memperkokoh keseluruhan pertahanan tim. Tapi sebaliknya, kalau diharuskan bergerak melakukan pushing naik, dia akan berpikir dua kali, atau setidaknya agresifitas akan rendah. Hal ini disebabkan dia disyaratkan bergerak dengan posisi membelakangi gawangnya sendiri, sekaligus membelakangi bentuk pertahanan timnya.

Gambar di atas menunjukkan bagaimana salah satu dari gelandang tengah menekan lawan dalam menguasai bola di location sayap, sementara pemain sayap tetap berada di kota depan. Sementara untuk mempertahankan keseimbangan tiga pemain di tengah, maka sayap kiri (no. 11) bergeser ke tengah. Dalam teknik serangan yang efektif ketiga di sini., Kombinasi dilakukan untuk membongkar pertahanan lawan. Tanpa hadirnya kerjasama yang baik, umpan dan pergerakan yang dilakukan akan mudah dipatahkan lawan.

Tapi ada sedikit kelemahan yang mengintai dengan memakai pendekatan ini. Kita maka akan membutuhkan stamina yang alangkah baiknya dari fullback untuk hendak bergantian naik turun, buat terus bisa menyesuaikan oleh dimana area serangan berada.

Untuk itu, diperlukan latihan rutin agar bisa menjalankan teknik ini dengan sempurna. Pada serangan Wall go cukup menggunakan dua pemain untuk mencetak gol, ialah dengan memainkan pola 2-2. Dan yang terakhir ialah formasi, formasi cukup tua dan lebih jarang dirancang dibanding empat formasi dalam atas.

Namun, beberapa saat Jose Mourinho dan Schwung Guardiola terbukti berhasil menerapkan taktik ini pada sedikit kesempatan. Tim-tim seperti Everton, Leicester City dan beberapa klub lain sering melaksanakan taktik ini. Bisa dikatakan, taktik ini adalah akal menyerang, dengan hanya membuang satu gelandang di belakang yang membantu empat pemain bertahan. Apabila kiper Paulo Gazzaniga mampu bermain damai dan kukuh di bawah mistar, Mourinho pantas berharap para pemain tamu jadi kehilangan akal menembus pertahanan tim asuhannya.

Bentuk tiga pemain pada belakang seperti ini sangat ideal untuk membantu region tengah dalam mengalirkan online. Jarak ketiganya dalam takaran cukup dekat untuk mengurus umpan agar tetap cermat. Tapi di sisi yang lain, jarak ketiga pemain di sini. justru akan membuat lawan kesulitan untuk melakukan hitting, kecuali jika pressing dilakukan sekaligus dengan memakai 3 pemain, yang tentunya maka akan sangat tidak efisien.

Akan tetapi jika kita telaah jauh lanjut dengan melihat untuk desain awal bentuk skema ini, sebenarnya eksekusinya bukan mengharapkan para gelandang buat terlalu aktif terlibat. Memang gelandang adalah motor dari filosofi sepakbola dengan penguasaan bola. Tapi khusus dalam fase build up, yang lawan umumnya akan melancarkan high pressing, gelandang yang terlalu banyak terlibat jadi memberi banyak sekali resiko jika sampai tim harus kehilangan bola di region tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *